Điện Thoại Di Động

hotcourses.co.id

DAPATKAN INFORMASI LENGKAP UNTUK SISWA YANG INGIN KULIAH DI LUAR NEGERI. Klik DISINI

Jalankan Android di Komputer Bermodalkan Flashdisk

Banyak cara yang bisa dicoba jika ingin menjajal sistem Android melalui PC.

Cara Akses Instagram Lewat PC

Siapa yang tidak kenal dengan Instagram? Aplikasi berbagi foto paling populer yang aktif Hingga mencapai 200 Juta Lebih Penggunanya.

Cara Menggunakan Adobe Lightroom

Adobe mungkin menjadi aplikasi multimedia editor yang paling terkenal dan banyak digunakan. Kali ini kami akan mengulas mengenai cara menggunakan Adobe Lightroom. Klik DISINI

Sabtu, 18 Oktober 2014

Download visual basic portable

Saat ini saya ingin menuliskan tentang aplikasi yang saya buat untuk menyelesaikan secara cepat yaitu visual basic portable :



download File "Visual Basic 6 Portable.zip"

Kamis, 14 Agustus 2014

Komponen Elektronika dan Pengujiannya ( II )

II SEKERING PENGAMAN / FUSE


Lazada Philippines
Fungsinya adalah mengamankan  apabila terjadi kerusakan dalam mesin yang disebabkan konslet atau kelebihan beban. Apabila sumber tegangan besar, sedang pada mesin arusnya lebih kecil, maka yang rusak adalah sekering pengaman mesin.
Sedang jika sumber tegangan kecil dan arus pada mesin lebih besar, maka yang rusak adalah adaptornya. Adaptor ada 2 macam, yakni manual dan otomatis (switching).
Pengujiannya menggunakan AVO Meter -> caranya putar Saklar OHM ke X 1 atau X 10, colokkan kedua terminal (colokan)  ke kaki komponen,dibolak balik terminalnya, jarum AVO Meter bergerak, maka NORMAL.
Namun jika dibolak balik terminalnya, jarum tidak bergerak maka RUSAK.

III TRAVO Atau LILITAN

 


Pengujiannya sama dengan sekering, perhatikan nilai OHM-nya jika sama ketika dibolak-balik terminalnya maka kondisinya adalah NORMAL, jika tidak sama adalah RUSAK, ini diukur dari kaki yang sama, tapi jika dari kaki yang berbeda dibolak-balik jarumnya tidak bergerak.

IV  TRANSISTOR

  

Ada 2 jenis Transistor :
1. NPN
2. PNP

Untuk menentukan jenis diatas, caranya dgn AVO Meter Saklar OHM X10K :
NPN -> Apabila terminal/colok hitam diam di salah satu kaki, dan terminal/colok merah bergerak semuanya di kedua kaki (satu kali colok hitam, dua kali colok merah), itulah Transistor NPN., dan colok hitam yang diam adalah Basis.

PNP -> Apabila colok merah diam di salah satu kaki, dan colok hitam bergerak semuanya di kedua kaki (satu kali colok merah, dua kali colok hitam), itulah Transistor PNP, dan colok merah yang diam adalah Basis.


 


NPN -> 2 Input, 1 Output
PNP -> 1 Input, 2 Output

Menentukan Kaki Kolektor Dan Emitor

Untuk jenis transistor NPN :
- Hubungkan colok hitam pada salah satu kaki selain Basis dengan cara menempelkan colokan AVO bersama jari tangan kita (colokan AVO dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Hubungkan colok merah pada kaki yang lain (juga selain Basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan.
- Sentuh kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum AVO meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum Multi Meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama colok hitam adalah Kolektor, kaki yang lain (colok merah) adalah Emitor

Sedang transistor jenis PNP caranya sama hanya dibalik :
- Hubungkan colok merah pada salah satu kaki selain Basis dengan cara menempelkan colokan AVO bersama jari tangan kita (colokan AVO dan kaki transistor dipegang jadi satu)
- Hubungkan colok hitam pada kaki yang lain (juga selain Basis) dan jangan disentuh dengan jari tangan.
- Sentuh kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum AVO meter tidak bergerak, balik posisinya ke kaki yang lain. Sentuh kembali kaki Basis dengan jari tangan. Jika jarum Multi Meter bergerak cukup lebar maka bisa dipastikan kaki yang dipegang bersama colok merah adalah Kolektor, kaki yang lain (colok hitam) adalah Emitor.


Menguji Transistor yang Baik atau Rusak :

CARA PERTAMA

A. TRANSISTOR PNP
Langkah-langkah yang perlu kita perhatikan untuk menguji transistor jenis PNP menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
1. Putarlah saklar multimeter pada Ohm meter baik 1 x, 10 x, atau 1K
2. Colok merah ditempelkan pada kaki basis, sedangkan colok hitam pada kaki emitor. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti transitor baik
3. Colok hitam dipindahkan pada kaki kolektor, bila jarum mulitmeter bergerak itu berarti transitor baik

B. TRANSISTOR NPN
Langkah-langkah yang perlu kita perhatikan untuk menguji transistor jenis NPN menggunakan multimeter adalah sebagai berikut :
1. Putarlah saklar multimeter pada Ohm meter baik 1 x, 10 x, atau 1K
2. Colok yang hitam ditempelkan pada kaki basis, sedangkan Colok merah pada kaki emitor. Bila jarum multimeter bergerak itu berarti transitor baik
3. Colok merah dipindahkan pada kaki kolektor, bila jarum mulitmeter bergerak itu berarti transitor baik




CARA KEDUA


Set AVO Meter pada skala X1 OHM atau X1K

- Apabila colok Hitam diam, colok merah 2 kali nunjuk dengan nilai OHM yang sama, kemudian dibalik colok Merah diam, colok Hitam nunjuk dengan nilai OHM yang sama => RUSAK


- Dikatakan setengah Normal, setengah Rusak : Apabila salah satu colok diam, colok yang lain dua kali nunjuk, tapi nilai OHM-nya variasi/berbeda.


- Dikatakan NORMAL : apabila salah satu colok diam, colok yang satu nunjuk satu kali, dan tidak nunjuk satu kali.


SARAN :
Kalau Transistor dalam rangkaian, jika nilai OHM-nya bervariasi, dianggap normal, namun untuk pastinya sebaiknya dilepas dari rangkain.

 

Rabu, 13 Agustus 2014

Mengenal Komponen Elektronika dan Pengujiannya

I - DIODA




 


 

Fungsinya   adalah :
 
1 - Menstabilkan tegangan. 
2- Sebagai penyearah -> Sumbernya dari AC masuknya ke DC (merubah arus AC menjadi DC).

PRINSIP KERJA DIODA :
 
- Forward Bias => Mengalirkan arus dari Anoda (+) ke Katoda (-)
- Reverse Bias => Menahan arus dari Katoda ke Anoda 
JENIS DIODA :
1- Dioda Silikon
2- Dioda Germanium
3- Dioda Zener
4- LED (Light Emitting Dioda )

Selain sebagai penyerah arus, fungsi dioda juga bisa di gunakan sebagai detector yaitu untuk mendeteksi sinyal-sinyal kecil. Dioda zener dipakai sebagai stabilisator tegangan catu daya sedangkan dioda LED (Light Emitting Dioda) yaitu dioda yang dapat memancarkan cahaya biasanya dipakai sebagai lampu control.
Satuan Dioda adalah Ampere.

Pengujian rusak atau tidaknya Dioda, menggunakan AVO Meter atau Multi Tester,  caranya putar Saklar OHM ke X 1 atau X 10, colokkan kedua terminal (colokan)  ke kaki komponen, Jarum tidak bergerak, kemudian dibalik terminalnya ke kami komponen yang satunya, jarum bergerak => NORMAL.
* Dikatakan RUSAK, apabila menunjukkan nilai OHM yang sama.
* Dikatakan NORMAL, satu kali terminal bergerak, lalu dibalik ke kaki komponen yang lain, jarum tidak bergerak.
* Dikatakan NORMAL lagi, nilai OHM-nya bervariasi, disebabkan Dioda terpasang dalam rangkain, umumnya kondisinya adalah NORMAL, tapi untuk pastinya, Dioda dilepas,dari rangkaian dan ditest ulang.
 
Menentukan kaki Dioda :

Dioda diuji satu kali jarum bergerak, dibalik ke kaki yang lain terminal tidak bergerak, ketika jarum bergerak, jarum hitam adalah kaki ANODA dan kaki merah adalah KATODA.

Untuk jenis Dioda Silikon, Katoda bercirikan ada gelang putih, sedang untuk Dioda Germanium, Katoda bercincin merah.

Adalagi DIODA STABILISATOR, yang fungsinya menstabilkan tegangan.
 
 

 Berikut yang diatas adalah Simbolnya.

* Ukuran Dioda mulai dari 1/4, 1/2, 1, 2,4,6

Cara Mengukur Tegangan DC

 Mengukur Tegangan

Cara Mengukur Tegangan DC-Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh para hobiist elektronika yaitu mengukur tegangan DC.Seberapa pentingkah sehingga harus dikuasai? 
Sangat Vital.Perlu anda ketahui sebagian besar peralatan elektronika menggunakan tegangan DC Walaupun saat ini peralatan elektronika sudah terintegrasi dengan Power Suply yang mampu mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC namun pada dasarnya yang dibutuhkan oleh rangakaian peralatan elektronika adalah tegangan DC.

Bekerja atau tidaknya suatu peralatan elektronika tergantung dari tegangan yang masuk keperalatan tersebut kalau tegangannya sesuai  otomatis  langsung bekerja Namun kalau tegangannya kurang atau lebih kemungkinan peralatan tidak bisa bekerja bahkan kalau tegangannya berlebihan  bisa merusak komponen.

Bagaimana Anda tahu kalau tegangannya sudah sesuai dengan kebutuhan rangkaian? 
Tentu dengan mengukur tegangan tersebut Bukan? 
Lalu bagaimana cara mengukur tegangan DC? 
Peralatan yang digunakan adalah Multimeter ( Digital/Analog ) langkah-langkahnya sebagai berikut.

Cara Mengukur tegangan Baterai atau Accu
 
Peralatan yang digunakan adalah Multimeter(Digital/Analog) caranya sebagai berikut;
 
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 12 volt.
2.Putar sakelar multimeter  pada posisi diatas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada Kutub positif Baterai/Accu dan Kabel hitam multimeter kepada Kutub negatif baterai/accu.Ingat jangan sampai terbalik!
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.
Cara mengukur Tegangan Power suply/Adaptor.
 
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 12 volt
2.Putar sakelar multimeter pada posisi datas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada keluaran positif (Biasanya kabel merah) Colok hitam 
    multimeter  kepada keluaran negatif(Biasanya kabel hitam).
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.

Cara Mengukur Tegangan Dalam Rangkaian.
 
Cara Mengukur tegangan dalam rangkaian agak sedikit berbeda terutama  jika rangkaian tersebut bagian power suplynya menyatu dengan bagian lainnya misalnya pada Televisi, Mini compo, Hi-fi.  
 
sehingga memerlukan kemampuan dalam membaca jalur rangkaian namun apabila rangkaian power suplynya terpisah misalnya pada Amplifier akan lebih mudah mengukurnya karena biasanya dalam PCB nya terdapat  keterangan  terminal positif maupun negative atau Ground.
 
Apabila tidak ada keterangan sama sekali patokannya adalah  cari dulu jalur Groundnya biasanya jalurnya paling tebal dan selalu berhubungna dengan kutub negatif dari kondensator.Kemudian cari jalur positifnya cara termudah adalah mencari kondensator kutub positif yang  ukurannya paling besar baik nilainya atau tegangan  kerjanya(Working Voltage) biasanya dekat dengan dioda penyearah.Setelah keduanya  ditemukan baru bisa diukur tegangannya.Caranya sebagai berikut:
 
1.Perkirakan berapa besar tegangan yang hendak anda ukur misalnya 24 volt
2.Putar sakelar multimeter pada posisi diatas perkiraan yaitu DCV 50
3.Tempelkan colok  merah multimeter kepada jalur positif  dan Colok hitam multimeter  kepada jalur Ground.
4.Jarum akan bergerak kekanan menunjuk angka tertentu.

Demikian Tutorial tentang Cara Mengukur Tegangan DC Semoga bermanfaat Terima kasih atas kunjungannya dan Selamat Mencoba!

Rangkaian Tester Kristal dan Cara Membuatnya

Gambar Skema Rangkaian Tester Kristal

Rangkaian Tester Kristal atau Xtal adalah rangkaian elektronika yang dapat digunakan untuk menguji masih baik-tidaknya daya kerja kristal tersebut.  Kristal (Xtal) merupakan komponen yang berfungsi untuk membangkitkan frekuensi osilasi dengan stabilitas yang sangat tinggi. Frekuensi osilasi ini  didapat dari efek piezoelektrik. Adapun bahan yang biasa digunakan untuk memperoleh efek piezoelektrik diantaranya kuarsa, garam Rochelle dan tourmaline. Tetapi bahan yang banyak digunakan adalah kristal kuarsa. Kristal ini mempunya satuan Hz. Untuk ukurannya macam–macam,  seperti  1 MHz, 4 Mhz, 8 MHZ, 12 MHz dan lain-lain.

Penemuan xtal (quartz/kuarsa) oscillator pada awal abad 20 menjadi dasar pengembangan jam digital. Dengan berbagai aplikasi yang dapat dikerjakan oleh oscillator yang stabil ini membuat para produsen jam ingin memanfaatkannya sebagai oscillator pada jam. Xtal Oscillator yang umumnya dipakai pada jam (yg dulunya selalu berlogo quartz) adalah memiliki frekuensi resonansi 32.768 hz. Nilai ini diperoleh dengan kompromi dunia biner digital, dimana 2 pangkat 15 menghasilkan angka 32768.

Kristla/Xtal adalah komponen elektronika yang cukup canggih.  Komponen ini bisa mengatur frekeunsi dengan pas dan tak akan berubah-ubah.  Dengan karakteristik kristal/xtal seperti itu, maka kristal sering digunakan pada pesawat transmiter seperti 80 Meter Band, 11 Meter Band, Handy Talky (HT), Walky Talky, MPEG, Nintendo, TV, Mobil-mobilan remote control dan lain-lain. Namun, kristal/xtal ini cukup rentan sehingga untuk mengetahui kondisi masih baik-tidaknya kristal tersebut kita butuh alat uji atau tester.  Ada solusi jitu jika Anda memerlukan tester kristal.  Rangkaian Tester Kristal ini bisa Anda miliki dengan merakitnya sendiri.

Cara Membuat Rangkaian Tester Kristal

Daftar Komponen :
R1,R7 = 1 M
R2,R3 = 5,6 k
R4 = 220 K
R5 = 1 k
R6 = 220
C1,C2 = 220 pF
C3,C4 = 10 F/25V RSM
C5 = 100 nF
C6,C7 = 33 pF
D1 = LED 5 mm kuning
D2 = 1N4148
T1 = BC547C
IO1 = 4060
IO2 = 74HC4060
IO3 = 78L05
S1 = Saklar push button
S2 = Saklar dua posisi

Rangkaian Tester Kristal ini memungkinkan Anda untuk menguji resonator kuarsa pada nilai berkisar dari 32 kHz hingga 24 MHz. Konfirmasi keadaan baik resonator kuarsa dilakukan dengan sinyal dioda LED dan sinyal akustik. Saklar S2 memungkinkan perubahan dari jangkauan.